Sunday, June 9, 2013

Masa Depan Itu.... Kapan?



Masa depan itu…. Berapa jauh dari saat ini?
Jawabannya selalu bergantung kepada siapa kau bertanya, kan?
Kalau kau bertanya pada si peminta-minta, masa depan baginya hanya hari esok,
Masih adakah yang bisa dilahapnya?
Kalau kau bertanya pada anak perempuan di taman kanak-kanak, masa depan baginya sepuluh tahun lagi
Karena ia tidak bisa menunggu untuk punya kotak perhiasan sendiri, berpikir hidup akan jauh lebih indah dan mudah
Kalau kau bertanya pada saya dua belas bulan lalu, saya akan jawab:
“Masa depan itu nanti, saat saya di Amerika.”
Tapi kalau kau bertanya pada saya yang sekarang, saya akan jawab:
“Saya tidak pernah memikirkan tentang masa depan sejauh ini sebelumnya
Masa depan itu satu bulan lagi, ketika saya sudah pulang dan semuanya kembali normal
Masa depan itu dua bulan lagi, ketika saya kembali berangkat ke sekolah dengan pakaian yang sama setiap harinya, menghadapi orang-orang yang berbeda, harus membuat teman baru
Ketika teman-teman yang biasanya sudah punya jalannya masing-masing
Jadi teringat percakapan dengan seorang teman kemarin malam…
‘Sedih ih balik-balik MB udah gak ada. Temen SMA tuh temen seumur hidup, to. Jaman kuliah temen tuh seadanya doang. Paling pacar, itu juga kalo punya. Kalo nyokap bokap cerita aja, ceritainnya tentang temen-temen SMA kan?’
‘Anjir cat… Gue baru sadar.’
Masa depan itu eempat bulan lagi, ketika akhirnya saya bisa dikumpulkan dengan orang-orang itu... Yang saya rindu setengah mati
Masa depan itu nanti, ketika ada seseorang yang membuat kebiasaan begadang saya tidak membosankan lagi
Ketika mimpi saya yang lumayan alay – date ke pasar malam dan naik korsel akhirnya bisa tercapai
Ketika seseorang bisa membuat saya mengerti kenapa orang-orangy ang jatuh cinta bisa terlihat sangat, sangat bodoh
Masa depan itu jauh, jauh, 5 tahun lagi
                Membayangkan ketika saya sudah wisuda, dapat pekerjaan yang saya suka,
                Yang tidak membuat saya mengeluh lelah tiap pulang ke rumah
Bisa beli semuanya dengan uang sendiri, tanpa harus khawatir menghambur-hamburkan uang orangtua
……………
Masa depan saya itu akan panjang, rumit
Karena saya peduli
Masa depanmu juga akan sama
Karena kaupun peduli
Saya harus selalu ingat satu hal tentang masa depan saya dan orang-orang yang saya cintai:
Setiap keputusan, penghargaan, jatuh bangun,
Semuanya akan merubah masa depan saya
Harus hati-hati – berpikir lebih panjang
Dewasa, berhenti bermain-main
Karena kau yang sekarang akan menjadi kau yang sepuluh, dua puluh tahun lagi
Saya yang sekarang,
Adalah siapa saya nanti


No comments:

Post a Comment