Wednesday, February 26, 2014

Orang bilang menulis bisa menyembuhkan luka, 
mengurangi sakit, 
mengobati hati?
Apa manusia tidak merasa manja
ketika hanya bisa berdoa,
meminta?
Ketika tak ada lagi yang mungkin dilakukan,
ketika takdir mengalahkan angan,
ketika adil-Nya memiliki arti yang tak serupa?
Haruskah hati ini mengalah,
memohon saja untuk dibuat mengerti,
sudahi semua jerih payah yang dipaksakan,
melawan?
Atau haruskah tetap seperti ini,
terdiam dalam kebisingan,
tenggelam dalam pikiran?
Menebak kelemahan,
mengungkit-ungkit kesalahan,
mengobrak-abrik rancangan masa depan?
Harus diapakankah hati yang tak tenang, ya Tuhan?
Masa kini yang terasa buram,
dan masa depan yang menakutkan?
Bisakah jika kutinggal tidur saja,
dan siapa tahu saat bangun nanti,
semuanya sesuai harapan?

No comments:

Post a Comment